Berwisata Secara Eco Friendly 3: Ticket Elektronik, Pasport & Visa

Tiket Elektronik Tindakan hijau sudah bisa kita mulai sejak memesan tiket perjalanan. Saat ini kebanyakan perjalanan sudah bisadipesan sendiri di rumah via Internet atau telepon. Hanya dengan memasukkan data, perjalanan dengan kereta api atau pesawat terbang sudah bisa kita pesan dengan mudah.

Kebanyakan perusahaan perjalanan besar di dunia sudah menyediakan layanan ini, meskipun sayangnya di Indonesiapenggunaan tiket elektronik rupanya belum terlalu marak.

Tiket elektronik (e-ticket adalah dokumen perjalanan elektronik yang tidak perlu dicetak resmi di kertas. Kita bisa mencetaknya sendiri di rumah dengan kertas bekas yang bisa digunakan bolak-balik Pada konter check-in di bandara atau di stasiun, kita hanyadiminta menunjukkan tanda pengenal (paspor atau KTP) dan nomor konfirmasi pemesanan tiket. Pada masa mendatang, semoga langkah mencetak e-ticket ini tidak diperlukan lagi. Kita toh
bisa menunjukkan data pemesanan tiket kita dari e-mail yang kita buka pada smartphone kita kepada petugas konter. Selain menghemat kertas (dan pohon), tiket elektronik mengurangi biaya pemesanan tiket, terutama karena
perusahaan perjalanan tidak perlu mencetak dan mengirimkan tiket konvensional pada penumpang. Karena tidak ada dokumen yang harus dikirimkan per pos, dengan sendirinya kemungkinan dokumen tersebut hilang atau
salah alamat pun berkurang. Bandingkan bila dokumen resmi tersebut hilang. biaya penggantiannya. alamaaak.
mahal sekali! Bisa mencapai USD75-100!

Paspor dan Visa
Bila memilih untuk bepergian ke luar negeri, inilah duadokumen yang tidak bisa tidak harus kita miliki. Mengurus paspor dan visa bisa jadi sangat melelahkan, berkepanjangan, membosankan, boros biaya, juga sangat
tidak hijau. Misalnya saja mengurus paspor sendiri ke imigrasi mengharuskan kita bolak-balik setidaknya tiga kal. Bayangkan jejak karbon yang kita buat dengan kendaraan kita dalam perjalanan bolak-balik itu. Belum lagi kita harus memboroskan sekian lembar kertas untuk memfotokopi berkas-berkas dokumen pribadi kita.

Kabar baiknya, sekarang pihak Imigrasi Indonesia telah membuka layanan pengurusan paspor secara online. Dengan layanan ini, setidaknya perjalanan bolak-balik kita ke kantor imigrasi bisa dipangkas menjadi hanya dua kali saja, dan kita tidak perlu memboroskan kertas untuk memfotokopi dokumen-dokumen kita. Selain lebih aman, murah, dan nyaman, layanan paspor online ini tentu saja lebih hijau!

Harap diingat, bila umur paspor kita sudah tinggal enam bulan, lebih baik kita langsung memperbaruinya. Umumnya negara asing akan menolak kita untuk masuk ke wilayahnya bila paspor kita umurnya tinggal enam bulan. Demikian pulabila kita mengajukan permohonan visa, lebih baik perbarui dulu paspor kita. Negara asing kemungkinan besar akan menolak permohonan visa kita sementara uang pendaftaran kita tidak akan mereka kembalikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *