Berwisata secara Eco Friendly 1: Get Started

Saat ekonomi nasional sudah mulai tumbuh stabil, kesejahteraan masyarakat mulai meningkat maka munvullah yang disebut kaum menengah. Yaitu para keluarga yang memiliki sumber keuangan tetap dari bekerja di kantor, pabrik, institusi pemerintah, maupun yayasan swadaya masyarakat.

Kaum menengah ini telah diakui sebagai penggerak utama ekonomi indonesia selama 30 tahun terakhir. Dan mereka menjadi standar kecukupan hidup masyarakat indonesia. Karena itu tiap tahun berduyun-duyun pemuda-pemudi lulusan baru mengejar mimpi menjadi kaum menengah dengan menyerbu berbagai festival dan pameran ketenaga kerjaan.

Kaum ekonomi menengah ini bukan saja mampu mencukupi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan namun lolos pula dari jeratan tagihan sekolah dan kebutuhan pendidikan sekunder lain seperti les dan kursus.

Bahkan muncul keputuhan tersier berupa aktivitas wisata secara reguler. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari wisata religi seperti umrah dan berbagai napak tilas keagamaan, wisata pendidikan seperti study eksursi dan benchmarking atau wisata lokasi.

Karena itu objek wisata dalam dan luar negeri selalu kebanjiran setiap kali musim liburan tiba. Lokasi favorit seperti bali, Jogja, Raja Ampat, Manado, Borodudur dan ratusan lainnya dipenuhi pengunjung. Memang setiap lokasi wisata memiliki pangsa pasarnya sendiri-sendiri.

Untuk yang berkantung pas bisa mentargetkan kawasan wisata dalam kota sepertiĀ  kebun binatang, taman kota, bioskop dan semacamnya, bagi yang berkantung lebih tebal bisa menuju objek luar kota dan luar negeri.

Berkembangnya aktivitas wisata secara nasional dan internasional memicu munculnya gerakan kesadaran yang tumbuh dari rasa cinta lingkungan. Kadang disebut Wisata Eco Friendly, Eco Responsibility, Eco Tourism dan sebagainya. Jika ditilik dari teorinya memang berbeda-beda namun tujuannya adalah menyelamatkan bumi.

Betul, ternyata berwisata memiliki potensi nyata merusak bumi dan ujung akhirnya adalah kehancuran ekologi berlanjut dengan kehancuran bumi dan berujung pada kehancuran kehidupan umat manusia.

Sebelum itu terjadi, maka aktivitas pencegahan sangat diperlukan dan urgen untuk dilakukan. Meminimalkan pembakaran energi fossil secara langsung akan memperpanjang umur bumi, mengurangi sampai meniadakan sampah anorganik, meminimalisasi penggunaan kertas di semua bidang (karcis, tiket, kertas foto, bungkus dll) akan memperpanjang keberadaan hutan dan menjadi sumber oksigen bagi kita semua.

Keadaan bumi kita sudah angat parah apalagi dengan pertumbuhan manusia yang sangat pesat, limbah makin banyak. Menahan laju penduduk sebuah keniscayaan yang sempurna karena itu mensosialisasikan metode-metode penanggulangan, kontrol dan pengurangan limbah adalah sebuah gerakand an tindakan yang bertanggungjawab yang harus dilakukan setiap orang.

Berwisata adalah sebuah kebutuhan, baik bagi yang berwisata maupun bagi orang yang berada disekitar objek wisata. Karena itu keberadaan supply dan demand mengenai hal ini patut untuk dilestarikan namun tetap penting bagi kita untuk tetap menjaga bumi dan keberlangsungannya sebagai tempat hidup kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *